Lahan Sawah Terbatas Bukan Halangan! Ini Cara Petani Bintan Sukses Tanam Padi Gogo
BINTAN – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau (BRMP Kepri) bergerak cepat memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pendampingan intensif budidaya padi lahan kering atau padi gogo di Kabupaten Bintan. Berpusat di kawasan Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, memimpin langsung aksi tanam bersama di lahan Poktan Bantar Sejahtera dan Swakarya Tani (13/5). Langkah strategis ini menjadi jawaban konkret atas keterbatasan lahan sawah di wilayah kepulauan, sekaligus menandai perluasan minat petani secara masif pasca-keberhasilan program serupa di tahun 2025 lalu.
Hebatnya, antusiasme para petani binaan ini tetap membara meski sempat dihantam tantangan iklim yang ekstrem di awal tahun. Wilayah Bintan sempat mengalami dinamika cuaca buruk berupa fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) yang berlangsung selama hampir tiga bulan berturut-turut. Alih-alih mundur, Poktan Bantar Sejahtera yang dikomandoi oleh Wahyudin justru semakin termotivasi pada musim tanam kedua mereka. Mereka berhasil membuktikan bahwa mitigasi cuaca yang tepat dan penentuan awal musim hujan sebagai waktu tanam perdana merupakan kunci utama keberhasilan budidaya padi gogo di lahan kering. Keberanian petani dalam mengadopsi teknologi modern menjadi modal utama kebangkitan pertanian Bintan.
Dalam dialog interaktif di lapangan, petani menyambut baik diseminasi teknologi jarak tanam bersistem Jajar Legowo yang disarankan oleh tim BRMP Kepri. Sistem ini dinilai sangat krusial untuk memaksimalkan potensi Varietas Cakrabuana Agritan, varietas unggul baru (VUB) Kementerian Pertanian yang memiliki karakteristik anakan sangat banyak. Kombinasi antara ketepatan waktu tanam, sistem jajar legowo, dan varietas adaptif ini diyakini mampu mendongkrak produktivitas panen secara signifikan di tengah keterbatasan air.
Guna menjaga momentum positif ini, BRMP Kepri langsung menggelar temu lapang bersama para petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kediaman Gino, Ketua Poktan Swakarya Tani. Rudi Hartono menegaskan bahwa inovasi baru seperti padi gogo yang masih awam di Bintan wajib dikawal penuh dengan pendampingan teknologi dan budidaya yang berkelanjutan. Melalui sinergi kuat antara BRMP Kepri, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, serta para penyuluh di lapangan, gerakan menanam padi lahan kering ini diharapkan segera menular ke wilayah lain demi mewujudkan kemandirian pangan di Kepulauan Riau.